create your own banner at mybannermaker.com!
Copy this code to your website to display this banner!
widgets

Tuesday, March 25, 2014

Bingkisan Cinta Dari Allah.


“Melangkah jauh tanpa arah dan tujuan.. Bumi nan subur ini ku rasakan gersang... Di dalam terang kegelapan seakan ku hanyut di daratan.. Ku ingin pulang ke pangkalan.. Aku tahu Kau selalu bersamaku... Tak sesaat Kau biarku keseorangan.. Tak sesaat pintaku jadi bebanan... Ku percaya kerana doa bertitian tiap waktu... Dengan izin-Mu ku kembali ke pangkalanku....”

            Bait lirik lagu Kerana Doa dendangan munsyideen Nowseeheart benar-benar menyentap sekeping atma ini. Ianya benar-benar membawa manusia untuk mengimaginasikan rencam kehidupan. Perjalanan yang belum ada penghujungnya. Ia juga membawa manusia untuk memikirkan tentang sifat Allah yang Maha Kasih yang tak pernah sekali-kali meninggalkan hamba-hamba-Nya bersendirian menempuhi liku-liku kehidupan. Semua entiti yang bernama manusia mahukan yang terbaik buat diri mereka. Walau bagaimanapun, ada ketikanya manusia yang berjuang tersungkur di pertengahan jalan kerana tersadung kerikil-kerikil ujian yang menghambat kesuma. Ada ketikanya juga manusia terus melangkah tanpa arah dan tujuan. Itu juga ujian. Pada saat itu, manusia terkapai-kapai mencari halatuju untuk sebuah perjalanan.

Perlukah kita mencari halatuju dalam sebuah perjalanan hidup?

Perlukah kita mencari halatuju hidup? Jawapannya, amat perlu. Firman Allah SWT :

$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur žwÎ) Èbrßç7÷èuÏ9 ÇÎÏÈ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

(Adz-Dzaariyat ayat 56)
Tujuan kita dijadikan oleh Allah SWT adalah untuk menghambakan diri dan mengakui kebesaran-Nya. Jika pada hari ini kita hidup tiada halatuju, pada akhirnya kita akan kembali kepada fitrah manusia yang ingin bertuhan dan memiliki matlamat hidup yang jelas, iaitu untuk mengabdikan diri kepada Allah SWT. Pengharapan kepada Sang Pemberi Harapan sebenarnya sudah jelas menunjukkan bahawa kita ini adalah hamba yang tujuan hidupnya adalah mengabdikan diri kepada Allah SWT.

Harapan.

            Sepenuh pengharapan selayaknya disandarkan kepada Allah Azza Wa Jalla, Tuhan yang memiliki seluruh alam buana ini. Tiap-tiap manusia yang diciptakan oleh Allah SWT memiliki fitrah untuk bertuhan. Tujuannya tetap sama, iaitu berubudiyyah kepada Allah SWT. Sememangnya kita sebagai manusia perlu untuk berharap kepada Allah SWT.

Pada waktu bilakah pengharapan kita begitu tinggi kepada Allah SWT?

            Pada saat dan ketika kita diuji, harapan menggunung tinggi terhadap Allah SWT. Ada segolongan manusia mengharapkan agar keperitan ujian itu diangkat oleh Allah. Ada juga segolongan manusia yang mengharapkan agar Allah mengurniakan ekstra kekuatan kepada mereka agar lebih tabah dan sabar menjalani rencam kehidupan yang belum ada penghujungnya. Setinggi mana pun ego seseorang hamba itu, pada akhirnya, dia akan tewas juga dengan pengharapan kepada Allah. Kerana apa? Kerana itulah fitrah bertuhan yang ada dalam diri manusia.

            Ada sebuah cerita yang mengisahkan tentang sekuntum bunga yang hidup dari celahan batu. Jika direnung dan dilihat secara logik akal, ia adalah suatu yang mustahil! Tetapi, perlu untuk kita sedar, bahawa tiada yang mustahil bagi Allah untuk menjadikan sesuatu yang mustahil kepada realiti. Seperti kisah bunga yang hidup di celahan batu itu, ia adalah salah satu bukti kebesaran Allah. Hal ini sama dengan kondisi hidup yang sarat dengan kesulitan. Sarat dengan ujian yang mencengkam jiwa. Ada ketikanya, manusia berasa mustahil untuk meneruskan hidup yang sebegitu pahit. Tetapi, perlu disedari bahawa tiap-tiap kesulitan itu pasti ada kemudahan. Tiada yang mustahil bagi Allah untuk mewujudkan keajaiban di dalam hidup setiap hamba-hamba-Nya, sesuai dengan firman-Nya di dalam surah as-Syarh ayat 5 hingga 6 :

¨bÎ*sù yìtB ÎŽô£ãèø9$# #·Žô£ç ÇÎÈ ¨bÎ) yìtB ÎŽô£ãèø9$# #ZŽô£ç ÇÏÈ

5.  Kerana Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, 6.  Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

            Lihat, sebanyak dua kali Allah menegaskan di dalam surah tersebut tentang kesulitan yang akan dibalas dengan kemudahan. Hal ini menjelaskan bahawa tiap-tiap yang berlaku itu pasti ada hikmah tersirat yang sudah Allah sediakan buat para penyemai benih sabar di jiwa mereka. Bercerita tentang hikmah di sebalik ujian, Ibn Atha’illah telah menukilkan di dalam kitab Taj al-‘Arus :

“Dia memberimu sihat, sakit, kaya, miskin, gembira, dan dukacita agar engkau mengenali-Nya dengan seluruh sifat-Nya. Tidaklah Allah memperlihatkan ketaatan, sakit atau rasa memerlukan pada dirimu kecuali untuk mengujimu. Jika engkau ingin diberi berbagai kurnia, luruskan rasa memerlukan dan bimbinglah dirimu sendiri.”

            Begitu tinggi nilai tasawuf yang diinterpretasikan oleh Ibn Atha’illah bagi tatapan generasi pada zamannya dan generasi akan datang. Beliau ingin kita umat manusia agar kembali kepada fitrah bertuhan, iaitu fitrah berharap kepada Allah SWT yang mana pada akhirnya jiwa manusia yang sedang menderita akan dihiasi dengan kuntuman-kuntuman ikhlas, redha dan sabar. Natijahnya, manusia yang bersabar akan Allah tambahkan lagi nikmat ke atas dirinya, sebagai balasan bagi hamba-hamba yang bersyukur dengan nikmat ujian.

Kesimpulan.

            Tuntasnya, sebagai manusia yang memiliki iman dan Islam di dalam diri, kita perlu menyedari tentang satu hal, bahawa segala bentuk ujian yang menerobos masuk ke dalam ruang hidup kita merupakan bingkisan cinta dari Allah. Allah sedang merindui rintihan dan pengharapan dari hamba-hamba yang acapkali melupakan-Nya. Sengaja Dia mengirimkan bingkisan ujian, sebagai tanda cinta-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Perlu juga kita sedari bahawa cinta manusia sangat jauh bezanya dengan cinta Allah. Hal ini dapat kita lihat dari bentuk penzahiran cinta itu kepada entiti yang bernama manusia. Manusia menzahirkan rasa cintanya kepada manusia melalui harapan-harapan yang belum tentu terealisasi. Manakala Allah menzahirkan cinta-Nya kepada hamba-hamba-Nya melalui perkara-perkara yang sememangnya berbentuk realiti, sama ada melalui kenikmatan dunia, atau kenikmatan ujian. Jika manusia bersyukur dengan kurniaan Allah, maka akan ditambahkan lagi nikmat ke atas hamba-hambaNya. Tetapi, seandainya manusia kufur dengan nikmat yang diberikan, maka azab siksaan yang pedih bakal menanti kita di alam akhirat nanti, sesuai dengan firman-Nya di dalam Surah Ibrahim ayat 7:

øŒÎ)ur šc©Œr's? öNä3š/u ûÈõs9 óOè?öx6x© öNä3¯RyƒÎV{ ( ûÈõs9ur ÷LäöxÿŸ2 ¨bÎ) Î1#xtã ÓƒÏt±s9 ÇÐÈ

Maksudnya : Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".


Jadi, bersyukur dan bersabarlah dengan ujian yang menimpa. Kerana ia adalah tanda kamu memiliki iman dan kunci kepada peningkatan iman dan pengharapan terhadap Allah SWT.


Thursday, January 23, 2014

Sebuah Penantian

Dalam setiap langkah ini...
Tersimpan seribu erti...
Erti yang memberi erti kepada hati...
Ku mencari cahaya itu...
Cahaya yang bakal menerangi hati yang malap dan suram...

Ku menanti huluran tangan itu...
Tangan yang sudi bersamaku menjunjung Kalimah Toyyibah...
Tangan yang mampu menakhoda kapal perjuangan...
Tangan yang ikhlas menyulam kasih dalam membawa misi pembangunan jiwa insan...
Moga Tuhan melorongkan jalan-jalan tarbiyah...
Tarbiyah yang menyulam cinta sesama manusia...
Tarbiyah dan cinta yang menyatu...
Menyatu dalam keredhaan-Mu...

Ku menanti huluran tangan itu...
Harapanku...
Agar tangan-tangan itu sudi berganding bahu..
Dalam misi menebarkan benih-benih cinta dan bahagia...
Menebarkan aroma indah dari syurga...
Menebarkan wangian La Ilaha Illallah...


Ku menanti di sini...

Sundus El-Jauhari


Tuesday, December 31, 2013

PUISI BUAT TEMAN

Aku bukan Tuhan..
Aku hanya insan...
Diamanahkan oleh Allah untuk menyampaikan...
Berpesan2 agar menuju kepada kebenaran...
Berpesan2 agar menuju kepada keimanan...
Bukan niatku berlagak seperti Tuhan..
Hanya sebagai tanda cinta kepada kalian,,,
kalian yang bergelar Teman...
Berjuang bersama2 di medan amal & iman....
Agar kita sentiasa ingat dan waspada dengan segala tindakan...
Agar kita sama2 berusaha menjadi hamba yang memiliki ihsan..

Sedikit terkasar adakalanya...
Bukan tanda aku tidak cinta....
Bahkan,
Itulah simbol cintaku kepada kalian...
Barangkali ada yang tersalah mengerti..
Atau aku juga yang tersalah mengerti....
Usaha kalian membina ukhuwah Allah sangat cintai..
Tetapi, kita jangan lupa asal usul diri...
Batas juga perlu dijaga rapi...
Demi menggapai redha Illahi Rabbi...

Teman...
maafkan khilafku...
ampunkan salahku...
Andai aku gagal memahami kalian...
Andai aku terlalu mengasari kalian,...
Andai aku khilaf dalam mengawal perasaan...
Kerana aku juga manusia biasa...
Butuh perhatian dari yang Maha Esa...
Dalam mencari makna diri...
Mencari kekuatan hati,..
Memperkukuh iktikad hati dan tsiqah pada Deen ini...

Moga ukhuwah ini berpanjangan..
Moga cintaku pada kalian utuh sepanjang perjalanan..
Moga cinta kalian padaku juga tetap bertahan...
Demi mencari redha Tuhan...
Sang Pemilik Cinta yang Maha Ihsan...


Sundus El-jauhari




Friday, December 6, 2013

MANIFESTASI SETITIS CINTA DARI HATI...

Hari ini….
aku berbicara lagi tentang CINTA….
Ku coba manifestasikan setitis cinta dari hati…
Jauhhh…. Dari sudut hati…
Barangkali ada yang mual dengan kalamku yang tidak habis lagi dengan CINTA….

Usah begitu….
Ini kalamku… Rasa hatiku…
Saat ini aku diuji begini…
Bisa jadi… Suatu hari nanti…
Kalian juga akan diuji begini…
Rasanya tidak salah untuk aku berbagi rasa dengan kalian…
Aku hanya mahu kalian mengambil ‘ibrah’ dari apa yang aku zahirkan….
Kalamku tidak ku tujukan buat individu…
Tetapi,
Hanya ku zahirkan bagaimana rasa itu bermain di ruangan sudut hati…

Begini kondisinya….
Saat cinta itu mencerobohi tembok hatiku….
Aku rasa seperti ada yang menoreh jantungku…
Rasanya sakit… sakit sekali….
Puas aku mencari apakah puncanya….
Hingga pada satu ketika…
Hanya Allah tempat aku bergantung harap memohon petunjuk…

Pada hari ini…
Aku berhasil menjernihkan rasa jiwaku yang sakit….
Berkat pertolongan dari-Nya…
Aku ubah dimensi sengsara itu menjadi dimensi indah…
Indah bukan kerana aku memiliki..
Tetapi indah kerana aku rasa diperhatikan oleh Rabb..
Perhatian yang cukup… dalam….
Aku mahu Dia angkat beban di jiwaku…
Kerana aku rasa seperti tidak mampu menanggungnya….

Nyatanya, Dia itu memang Maha Mengerti…
Dia angkat bebanan itu dari jiwaku…
Lantas dia mendorongku untuk menyuntik nilai positif dalam diri…..
Agar aku tetap tegar berdiri….
Tetap bisa mengabdikan diri…
Tanpa aku rasa lemah lagi,…

Sungguh!
Pada saat ini..
Cinta manusia itu melemahkan aku..
Cukup.. melemahkan jiwaku….
Sehingga aku rasa seperti mahu gila!!
Tidak kupinta rasa ini menggerogoti atmaku…
Semua ini atas kehendak-Nya..
Kerana Dia mahu aku kenal erti sebenar cinta-Nya…
Melalui jalan yang cukup menyakitkan….  
           
Tika dan saat ini…
Cukuplah cinta-Nya yang mengisi relung hatiku…..
Kerana Dia tak pernah mengecewakanku…
CintaNya selalu ada..
Tak pernah lelah menebarkan aroma cintaNya…..
Suatu saat…
Akan tiba waktu itu..
Waktu cinta manusia datang mampir di sudut hati..

TEPAT PADA MASANYA…


Saturday, November 16, 2013

MONOLOG SANG OMBAK

Ombak...
sedang menutur bicara dengan manusia... 
Manusia yang duduk di hadapannya... 
Ombak ciptaan Tuhan menasihati manusia itu... 
Agar tetap cekal dan sabar di atas jalan dakwah..... 
Jalan yang penuh liku dan rencam... 

Ombak menyusun bicara lagi... 
Katanya,
Usaplah airmatamu dengan sapu tangan kasih Tuhan... 
Bujuklah hatimu dengan bujukan sakti dari Tuhan.. 
Teruslah mengorak langkah.....
Walau pahit acapkali menerjah...

Ombak juga makhluk Tuhan... 
Dia masih sudi membujuk sang manusia yang duduk di hadapannya.. 
Walaupun dia tahu... 
Dia dan manusia adalah dua entiti yang brbeza.. 
Namun yang menciptakan ombak dan manusia adalah Tuhan yang sama... 
Tiada Tuhan lain yang layak dan berkuasa mencipta alam buana dan seisinya... 
Kecuali Rabb...
Tuhan yang Maha Memiliki segala-galanya.... 

p/s : Subhanallah...


Tuesday, October 22, 2013

SIMBOL CINTA dari Tuhanmu.

Sudah hampir sepurnama jemari ini tidak mencoret nukilan atma. Dek kerana tumpuan yang sedikit teralih kepada tanggungjawab lain yang lebih utama, juga tumpuan yang sedikit teralih dengan ‘bingkisan cinta’ dari Sang Pemilik Cinta Dan Rindu.

Tiap-tiap manusia sudah ditetapkan ujiannya, mengikut tahap kemampuan masing-masing. Allah Maha Tahu kemampuan setiap hamba-hamba-Nya.

Ada kalanya rasa seperti mahu tersungkur, dan tidak bisa bangkit kembali. Mahu mencari manusia untuk mengadu, bimbang manusia tidak mengerti. Mengadu pada Allah Rabbul Izzati, itu sudah mesti. Kerana Dia pemilik segala ujian yang diturunkan kepada hamba-Nya.

Mengadu pada manusia, bukan boleh sembarangan mengadu. Silap haribulan, si pendengar masalah tersalah faham, lalu membuat tafsiran yang memesong dari tafsiran yang sepatutnya.

Betapa Maha Kasihnya Allah. Diciptakan ujian agar hambaNya mencariNya untuk mengadu. Sebenarnya, Dia merindukan rintihan dari hamba-hamba-Nya.

Usah dirunguti ujian yang menimpa. Bersyukurlah dengan ujian yang kau lalui. Kerana itu merupakan SIMBOL CINTA dari Tuhanmu.

Tidak mengapa jika cinta manusia acap kali mengecewakanmu.. Tetaplah berdiri teguh di atas cinta Sang Pemilik Cinta. Kerana cinta-Nya tak pernah mengecewakan.

NIkmatilah SIMBOL CINTA dari Tuhanmu. Kerana kenikmatan itu tidak dapat dirasai oleh orang-orang yang tidak diuji sedemikian rupa.


KENAPA TUHAN MENGUJIMU SEDEMIKIAN RUPA? KERANA ALLAH MAHU MEMBUKTIKAN CINTA-NYA TERHADAPMU… Subhanallah…..

Sundus El-Jauhari